Thursday, 29 July 2010  
18. Sha'aban 1431
  Jumu'ah
   
Text Size

Kerusuhan Xinjiang Picu Aksi Boikot Produk China

arrest_uighur.jpg

Ditengah-tengah protes berbagai muslim terhadap penindasan pemerintah Komunis China terhadap muslim Uighur, seruan untuk memboikot produk-produk China pun turut menggema.

"Para komsumen adalah senjata paling efektif dalam boikot kami," tutut juru bicara asosiasi hak konsumen Turki kepada AFP dalam unjuk rasa anti China di Ankara, Jum'at 10 Juli.

"Organisasi kami sedang meluncurkan aksi boikot terbesar terhadap China hari ini."

Seruan serupa juga telah disampaikan Mentri perindustrian dan perdagangan Turki Nihat Ergun, untuk memboikot barang-barang asal China karena kekejian pemerintah Komunis China terhadap umat Islam Uighur.

"Jika negara yang barang-barangnya kita konsumsi tidak menghormati nilai-nilai kemanusiaan, kita harus memikirkan kembali nilai-nilai kita," katanya pada hari Sabtu.

"Konsumen yang membeli barang yang bagus harus mencari tahu apakah negara produsennya menghormati nilai-nilai kemanusiaan atau tidak."

Lebih dari 156 korban jiwa, bahkan laporan terakhir korban telah mencapai 184 jiwa dalam bentrokan berdarah antara etnis han yang didukung aparat keamanan China bentrok dengan etnis Uighur yang  mayoritas muslim.

"Produk China akan diboikot," kata Maualana HabiburRehman, imam masjid terbesar di India, masjid Jama.

"Jika perlu, kami akan berbicara dengan dewan umat Islam di negara ini dan mengeluarkan fatwa larangan untuk barang-barang China.