Thursday, 11 March 2010  
26. Rabi-ul-Awwal 1431
  Jumu'ah
   
Text Size

Publikasi

DO’A ADALAH SENJATA UTAMA

 Oleh : Nafi’

Dalam eskpedisi jihad, suatu ketika Qutaibah bin Muslim mengumpulkan para tokoh tokoh untuk konsolidasi, namun beliau kehilangan satu di antara mereka yakni muhammad bin waasi’, beliau memerintahkan salah seorang pasukannya untuk mencari beliau. Ternyata di dapatkan bahwa beliau sedang mengangkat tangannya untuk berdo’a.Hal itu di laporkan kepada Qutaibah bin Muslim. Beliau berkata : Biarkanlah ia demi Allah Muahmmad bin Waasi’ itu lebih aku sukai dari pada seribu bila pedang pilihan yang di pegang oleh seribu orang jagoan.

Read more: DO’A ADALAH SENJATA UTAMA

 

Kronologis dan Penjelasan Sikap JAT Terhadap Insiden Masjid Amar makruf NAhi Mungkar, Bulak Kapal, Bekasi

 

19 Dzulhijjah 1430 / 6 Desember 2009
Kronologis dan Penjelasan Sikap JAT
Terhadap Insiden Masjid Amar makruf NAhi Mungkar, Bulak Kapal, bekasi  
19 Dzulhijjah 1430 / 6 Desember 2009
Kronologis
 
Penyusunan kronologis ini didasarkan dari Laporan Tim Investigasi Sariyyah Da’wah wal I’lam
Imaroh Wilayah Jakarta :
 
1.       Pengakuan dari Panitia Bedah Buku “ Jihad Melawan Teroris “ a.n Abdul Aziz sebagai berikut :
Kajian bedah buku ahad pagi berjudul "Jihad Melawan Teroris" diwarnai kerusuhan oleh beberapa oknum jama'ah abu bakar basyir (+- 50 orang, bahkan hadir juga diantara mereka Ust. Halawi Ma'mun), kerusuhan dipicu ketika ust. Zaenal abidin (selaku pemateri) menyebutkan nama Ust. Abu Bakar Basyir pada saat kajian baru berjalan 10 menit, kemudian salah satu dari mereka (yaitu Ust. Halawi Ma'mun dan diikuti oknum jama'ah Abu Bakar Ba’asyir yang lain) langsung meneriakan takbir Allohu Akbar secara serempak dengan suara yang sangat keras. Mulai saat itu kondisi mulai tidak kondusif dan mencekam, beberapa dari mereka langsung menghampiri ust. Zaenal Abidin,LC. dan berusaha untuk menzolimi ustadz.
Alhamdulillah hal itu tidak terjadi karena kesigapan dari panitia dan beberapa jama'ah bedah buku yang ikut membantu menenangkan beberapa oknum jama'ah Abu Bakar Ba’asyir tersebut.

Beberapa oknum tersebut terlihat membawa senjata tajam dan senjata api (menurut penglihatan jama'ah bedah buku yang lain). Sebagian dari mereka meneriakan Ust. Zaenal abidin dengan kata-kata "Bangsat, Murtad, Kafir, dll". Sepertinya kerusuhan ini memang sudah direncanakan oleh mereka mengingat pada pagi hari mereka sudah mempelajari kondisi dan medan masjid juga mempersiapkan peralatan berbagai senjata dan menyimpan sendalnya di dalam tas. (bahkan mereka hendak menyerbu kajian ini setelah kajian mereka di tempat lain selesai).

NB : Mereka tidak menodongkan senjata api dan tidak ada jamaah yg terluka dengan senjata tajam. (Ana punya rekamannya, karna waktu itu ana sebagai panitia kajian)
Pengakuan tersebut di dapat dari Mailing List Assunnah ( This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it ).
 
2.       Penyelidikan oleh anggota Tim Investigasi Sariyyah Dawlam JAT Wilayah Jakarta atas e-Mail yang dimuat Mailing List As Sunnah melalui Yahoo Messenger dengan saudara Abdul Aziz tersebut lebih menguatkan dugaan , bahwa kelompok Salafiyyun yang mengadakan acara tersebut memang disengaja hendak menyulut bentrok fisik dengan pihak yang akan dipancing. Dalam hal ini bukan kelompok JAT, tetapi ditonjolkan oknum yang seolah mewakili JAT.
 
3.       Pengakuan dari Ust. Halawi Makmun Lc. MA. kepada Tim Investigasi Sariyyah Dawlam JAT Wilayah Jakarta sebagai berikut :
“Maksud kami hadir dalam acara bedah buku "Jihad Melawan Teror" yang ditulis oleh Zainal Abidin Lc. Adalah untuk menyampaikan hujjah dan meluruskan manakala ada pernyataan yang menjurus kepada fitnah. Hal ini didasari karena para pemuka Salafi kerap kali memojokkan para mujahid.”
Hal ini telah direncanakan dalam rapat oleh Ust. Halawi dan jamaah halaqoh yang di bimbingnya pada malam hari sebelumnya (sabtu, 5 Desember 2009) di daerah Petukangan.
Selanjutnya setelah Zainal Abidin melakukan muqodimah dan menyebut nama ust. Abu Bakar Ba’syir sambil mengutip perkataan beliau dari TV, pada saat itu serentak terdengar takbir dari ikhwan-ikhwan, Lalu salah seorang dari anggota halaqoh ust. Halawi (bpk. Haidir) berdiri dan menyampaikan perkataan yang di tujukan kepada Zainal Abidin : “Kenapa Antum Fitnah Ust. Abu Bakar Ba’asyir?” Sambil maju kedepan.
Pada saat maju tersebut, ada seseorang yang menghalangi dan memukul sdr. Haidir.
Beberapa Ikhwan lain yang melihat kejadian itu langsung menyerang oknum pemukul tersebut dan terjadilah baku hantam.
 
Pada saat itu Ust. Halawi Meminta kepada Ust. Zainal untuk meneruskan pembicaraannya mengenai ust. Abu Bakar Ba’asyir tetapi Berhubung diluar sudah ada polisi ust. Halawi khawatir adanya jebakan, maka beliau dan jamaah pun keluar.
 
Kesimpulan
               
Sangat terlihat jelas , bahwa Panitia Bedah Buku “ Jihad Melawan Teroris “ ingin memperkeruh masalah ummat Islam yang sudah terlalu banyak dengan mengadakan acara semacam itu dimana pada waktu bersamaan juga JAT Mudiriyyah Bekasi mengadakan acara Bedah Buku lain di tempat yang tidak berjauhan dari mesjid Amar Ma’ruf Nahi Munkar Bulak Kapal. Dimana hal seperti ini berpotensi menyulut bentrokan fisik.
 
Pemukulan yang terjadi kepada saudara haidir (bukan anggota JAT) oleh oknum tertentu karena mempertanyakan sikap pembicara yang selalu melempar berbagai tuduhan fitnah sepihak ke atas ust. Abu Bakar Baasyir menunjukkan bahwa acara di Masjid Amar Makruf Nahi Mungkar memang sudah berangkat dari titik kebencian dan permusuhan hingga mengakibatkan sebuah sikap yang berlebihan oleh oknum tersebut terhadap si penanya.           
 
Maka kesimpulan kami :
               
1.       Bahwa patut diduga insiden ini terjadi untuk menarik – narik Jama’ah Anshorut Tauhid kepada benturan secara fisik dengan kelompok Islam lainnya , dalam hal ini adalah kelompok yang menyebut diri mereka sebagai “Salafiy”.
2.       Bahwa insiden kecil ini akan dimanfaatkan pihak tertentu yang menghendaki lemahnya kaum muslimin dan secara khusus ada upaya pencitraan negatif kepada jama’ah Anshorut Tauhid, utamanya kepada Amir Jama’ah , Ustadz Abu Bakar Ba’asyir.
 
Sikap JAT
                Berdasarkan hal – hal diatas maka Jama’ah Anshorut Tauhid menyatakan sikap sebagai berikut :
1.       Jama’ah Ansharut Tauhid menyatakan bahwa tidak ada intruksi ataupun program atau kebijakan institusi untuk mengacaukan acara kelompok lain , maka JAT tidak terkait / terlibat dengan insiden Bulak Kapal tersebut .
2.       Jama’ah Ansharut Tauhid menghimbau semua pihak terutama kelompok yang mengaku “Salafiy” untuk tidak menjadi perpanjangan tangan siapapun dalam memperkeruh kondisi Ummat Islam yang sedang dalam keadaan lemah ini.
3.       Kepada ikhwan-ikhwan yang sepandangan dengan kami, baik yang bergabung dalam Jama’ah Anshorut Tauhid ataupun tidak, kami ingatkan agar berhati – hati dan menghindari jebakan apapun yang bisa mengakibatkan hal yang fatal serta menjauhkan kita dari ridho Alloh Azza wa Jalla .
4.       Jama’ah Ansharut Tauhid megajak kepada seluruh umat agar terus membangun kekuatan Islam hingga pada saatnya , Alloh Azza wa Jalla memberi kita jalan untuk menunaikan Jihad Fii Sabilillah dalam arti yang sebenar-benarnya . 
 
Alhamdulillahi Robbil ‘Alamiin , Hasbunallahu wa ni’malwakiil.
 
Solo , Muharram 1431 / Des 2009
 
Tertanda  
 
 
Katibul ‘Aam JAT

 

 

LEBIH DALAM MENGENAL UST. ABU BAKAR BAASYIR


altOleh: Masfikr
 

 

Ust. Abu Bakar Ba’asyir lahir di desa Pekunden, kecamatan Mojoagung, kabupaten Jombang Jawa Timur, sebuah desa di pingiran kabupaten jombang Jawa Timur. Kelahirannya di Jombang disambut sayup-sayup senandung takbir yang terdengar di sudut-sudut desa yang didengungkan anak-anak melalui surau-surau tua di sekitar rumahnya. Senandung takbir perayaan peringatan keteladanan pengorbanan Bapak Tauhid, Ibrahim AS yang hendak menyembelih putranya.

Read more: LEBIH DALAM MENGENAL UST. ABU BAKAR BAASYIR

   

KHUTBAH IEDUL ADHA 1430 H

 

Khutbah Iedul Adha 1430 H
Ustadz Abu Bakar Ba’asyir
( Amir Jama’ah Anshorut Tauhid )
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
إن الحمد لله نحمده نستعينه ونستغفره ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيئات أعمالنا من يهده الله فلا مضل له ومن يضلله فلا هادي له و أشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له و أشهد أن محمدا عبده ورسوله
 
أما بعد فإن أصدق الحديث كتاب الله وخير الهدي هدي محمد { ص ع م } وشر الأمور محدثاتها و كل محدثات بدعة و كل بدعة ضلالة وكل ضلالة في النار
 
Kaum muslimin rohimakumulloh ,
Saat wukuf kemarin, jutaan kaum muslimin berkumpul di Padang Arafah dimana tidak ada satu ajaran selain Islam yang mampu mengumpulkan manusia sebanyak itu di satu tempat, satu waktu dan memakai pakaian ihram yang sama dengan tujuan yang suci beribadah kepada Allah swt. Subhanalloh walhamdu lillahi, Allohu Akbar !
Dan hari ini, 1 milyar lebih manusia berdiri sholat menghadap satu arah yang sama dari berbagai tempat di muka bumi dan memenuhi langit dengan suara takbir yang sama. Kemudian nanti, kita akan menyembelih hewan qurban dalam rangka ibadah kepada Alloh Subhanahu wa Ta’ala semata – mata dan terus mengumandangkan takbir sampai selesainya hari Tasyriq. Betapa mulia ibadah qurban ini maka Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullahu sebagaimana dalam Majmu’ Fatawa ketika menafsirkan ayat kedua surat Al-Kautsar (Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu dan berkorbanlah) menguraikan bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala memerintahkan beliau untuk mengumpulkan dua ibadah yang agung ini yaitu shalat dan menyembelih qurban yang menunjukkan sikap taqarrub, tawadhu’, menyadari bahwa ia selalu butuh kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, husnuzhan, keyakinan yang kuat dan ketenangan hati kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, janji, perintah, serta keutamaan-Nya. Semoga Alloh menerima ibadah-ibadah kita semua, amiin !
 
Kaum muslimin rohimakumulloh ,
Namun ada kenyataan yang membuat kita sulit menerimanya, baru-baru ini Biro Pusat Statistik Israel melansir data jumlah penduduk Yahudi di Israel mencapai 5 juta 542 ribu jiwa sementara kaum muslimin yang terkotak-kotak dalam berbagai Negara kebangsaan karena faham sesat nasionalisme sesungguhnya memiliki jumlah yang sangat besar yakni lebih dari 1,5 milyar manusia. Tetapi mereka tak berdaya menghadapi bangsa babi dan kera yang jauh lebih kecil jumlahnya, Masjid Al Aqsha yang pernah menjadi kiblat pertama kaum muslimin diperlakukan sewenang-wenang dan biadab oleh Yahudi terlaknat ini. Bayangkan perasaan apa yang menghimpit dan mengiris-iris kaum muslimin Palestina yang setiap melihat dan merasakan langsung penghinaan Yahudi disana. Bisa jadi pada saat kita menyembelih hewan qurban kemudian memasak dan menikmati dagingnya ternyata di Palestina saudara-saudara kita disana juga disembelih oleh Yahudi terlaknat dan mereka menikmati pembantaian itu sebagaimana kaum Ashabul Ukhdud yang duduk-duduk dipinggir parit berapi yang berkobar-kobar bergembira dinyalakan untuk membantai kaum beriman. Wallohul Musta’an !
 
 

JIHAD YANG TAK KITA INGINKAN

1. Kami tidak menghendaki jihad yang timbul akibat kebosanan, tidak sabar atas kenyataan maka dia mencari kematian untuk beristirahat lari dari kebosanan.

2. Kami tidak menghendaki jihad karena hawa nafsu sesaat supaya dikatakan si fulan telah berjihad di sini dan disini, namun apabila nafsu itu lenyap, selesailah semua amal jihad itu tak bersisa.

3.Kami tidak menghendaki jihad karena ketergesa-gesaan, memanen buah sebelum waktunya matang. Barangsiapa tergesa-gesa dalam suatu amalan sebelum waktunya, diharamkan memperolehnya. Perkara jihad sesuatu yang agung tidak ada yang dapat teguh padanya kecuali seseorang yang sabar menanti.

4. Kami tidak menghendaki jihad karena alasan melarikan diri dari situasi sulit yang sedang dihadadapinya atau lari dari tugas mengemban suatu amanat ummat.

Read more: JIHAD YANG TAK KITA INGINKAN

   

Page 1 of 6