MAT: Jadi memang seringkali muncul pernyataan-pernyataan atau ancaman-ancaman dari pihak yang tidak bertanggung jawab, terhadap dakwah ustadz…seperti pelarangan pengajian …kira-kira bagaimana tanggapan Ustadz?
Amir JAT: Ya itu wajar, seperti orang Jahiliyah menghalangi dakwah Rasul, jadi Rasul itu kan Nabi…orang yang paling baik…orang yang paling benar…itu pun dakwahnya dihambat, jadi biasa…jadi kalau kita menerangkan Islam yang benar…pasti mereka hambat. Tapi Islam kalau kita terangkan menurut maunya hawa nafsu mereka itu baru dibantu, tapi kalau Islam kita terangkan menurut aturan Allah dan Rasul itu pasti diganggu..ya…begitu, jadi itu persoalannya. Itu tadi yang bahaya, paham murjiah tadi, jadi hanya mengukur iman itu; pokoknya hati percaya dan lesan berucap saja…meskipun kamu menghalalkan zina, menyembah berhala itu tidak menghalangi islam kamu…
Nah, seperti sekarang ini misalnya, Allah menyatakan, orang yang jadi pemimpin tapi tidak mau mengatur negaranya dengan hukum Allah itu kafir, jelas ayatnya begitu:
“Barang siapa yang tidak memutuskan menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang kafir.” (Al-Ma’idah: 44)
Tapi kaum Murji’ah bilang, “Lho itu selama hatinya percaya, meskipun tidak mengatur hukum dengan hukum Allah yang penting hatinya percaya pada Allah dan Rasul, percaya bahwa Al-Qur’an dan Sunnah itu baik, meskipun tidak dilaksanakan itu tidak apa-apa..” Pemahaman semacam itu adalah pemahaman murji’ah. Nah ini yang mengenai umat Islam saat ini, kena paham semacam itu…
Nah, oleh karena itu, semua halangan dan hambatan itu wajar…selama Islam diterapkan dengan benar, itu pasti akan membuat orang terkejut. Dan ini sesuai dengan sabda Nabi, “Islam akan datang dalam keadaan asing dan akan pergi dalam keadaan asing” (lihat: As-Silsilah Ash-Shahiihah: 1273)
Islam itu dulunya asing, awal diterangkan itu asing…kok aneh…ada keterangan kok begitu. Lah, nanti di akhir jaman juga kalau kita mau menerangkan Islam yang benar itu juga akan dianggap aneh oleh umat ini. Karena sudah terlanjur kotornya umat Islam.
Ya…Sikap kita dalam menghadapi hambatan adalah harus terus tetap berjuang menerangkan Islam yang benar, kita hanya percaya pada pertolongan Allah. Kalau pertolongan Allah datang, pasti kita berhasil, tetapi kalau belum datang memang kita akan mengalami kesulitan. Kewajiban kita terus berdakwah menerangkan Islam yang benar menurut kemampuan. Ya..menurut kemampuan…
Tetapi jangan sampai Islam itu ditutup-tutupi. Kalau memang berani, terangkan dengan terang-terangan. Kalau tidak berani ya bisik-bisik..nah begitu…terangkan dengan sembunyi-sembunyi…kalau memang sudah tidak bisa ya sudah…berhenti memang tidak bisa kecuali hanya dengan hati saja berdoa kepada Allah.
Tetapi jangan Islam itu ditutup-tutupi, yang benar itu dibelokkan ke arah yang batil. Contoh misalnya, pembelokan yang sangat berbahaya di Indonesia, menyamakan KETUHANAN YANG MAHA ESA dengan LAA ILAAHA ILLALLAAH, jauh sekali bedanya antara langit dan bumi…
Kalau hanya percaya Ketuhanan Yang Maha Esa, iblis juga percaya bahwa Tuhan itu Maha Esa, tetapi tetap dihukumi kafir jadi tidak sama dengan Laa Ilaaha Ilallaah ini…ini satu contoh. jadi kalau berani terangkan, kalau tidak berani ya sembunyi-sembunyi, kalau ndak berani lagi…ya sudah lah..berdoa dalam hati itu saja.
Tetapi jangan dimanipulasi…kebatilan dan syirik itu jangan dimanipulasi, ditutup-tutupi, terangkan dengan jelas!
“Sesungguhnya Al-Qur'an itu benar-benar firman yang memisahkan antara yang hak dan yang batil. dan sekali-kali bukanlah dia senda gurau.” (Ath-Thariq: 13)
Demikian kata Allah…Al-Qur’an itu keterangan yang jelas dan tegas memisahkan (antara haq dan batil), bukan keterangan senda-gurau..nah begitu…”
MAT: Jazakallah Ustadz, kemudian tadi Ustadz menerangkan tentang dakwah Rasulullah dan hambatan-hambatan yang dialami oleh Rasulullah. Dapatkah ustadz menjelaskan tentang sifat dakwah para rasul ini…
Amir JAT: Memang kita itu harus berdakwah sebagaimana dakwahnya Rasul, sebagaimana kita shalat menurut sifat shalatnya Rasul karena rasul itu uswatun hasanah. Dakwah Rasul ini, pada pokoknya, pertama kali menerangkan aqidah dengan jelas, dalam persoalan aqidah Rasulullah tidak mau kompromi dengan kemusyrikan, sama sekali tidak mau kompromi meskipun dia sendirian ketika dia menerangkan laa ilaha illa Allah walaupun sendirian sama sekali tidak mau kompromi, diajak lunak tidak mau. Tetap menyatakan berhala itu adalah syirik…di neraka.
Sehingga, sebelum Nabi Muhammad saw menerangkan laa ilaha illallaah, beliau itu masih diberi julukan ‘Al-Amin’ ya…orang yang paling dipercaya..tapi begitu menerangkan laa ilaha illallah menyatakan batilnya berhala, langsung mereka itu marah. Bahkan pamannya sendiri marah, akhirnya beliau n dijuluki saa’irun majnun, penyair yang gila karena menerangkan dakwah tauhid yang benar. Ini sifat dakwah Nabi jadi tauhid itu diterangkan apa adanya, kepada orang. Harus diterangkan ini tauhid… ini syirik. Kalau syirik itu di neraka kalau tauhid itu nanti di surga.
Nah, baru setelah itu diterangkan kewajiban-kewajiban yang lain yang diamalkan sesuai kemampuan. Tetapi pokoknya itu tauhid dulu…lha ini sifat dakwah nabi yang harus kita ikuti tauhid itu dulu di benarkan. Nah di Indonesia ini tauhid ini morat-marit nggak karu-karuan, ya…nah pemahaman tauhid di Indonesia ini morat-marit…seperti orang mengucapkan setiap hari laa ilaaha illallaah 100x tetapi minta ke kuburan. Mengucapkan laa ilaaha illallaah 100 x tetapi membikin undang-undang yang bertentangan dengan hukum Islam. Paham…Nah semua ini karena paham tauhidnya keliru kena paham sesat murji’ah ya…jadi begitu…
MAT: Jazakallah, jadi tadi disinggung bahwa dakwah para rasul adalah dakwah tauhid, juga dakwah tauhid ini menerangkan tentang aqidah…berkenaan dengan hal ini, ada suara-suara yang menyebutkan bahwa JAT adalah jamaah yang suka mengkafirkan orang. Bagaimana tanggapan ustadz?
Amir JAT: Tuduhan semacam itu dari dulu sudah ada ya…karena ya itu tadi karena paham murji’ah. Jadi karena persoalan mentakfir ini ada dua pemahaman ekstrim:
1. Khawarij.
Paha mini ekstrim dalam mengkafirkan orang. Itu namanya apa yang disebut khawarij, pokoknya orang salah, orang melanggar hukum Allah kafir..orang minum khamr kafir, orang zina kafir…ini paham yang ekstrim ke atas. Tetapi ada juga paham ekstrim ke bawah yaitu:
2. Murji’ah.
Mereka ini berpaham bahwa yang penting asal hatimu sudah percaya pada Allah dan Rasul, lesanmu sanggup berucap…sudah… meskipun kamu memerangi nabi kamu tetap orang Islam. Ukurannya hanya hati…perbuatan sama sekali tidak mempengaruhi.
Nah Ahlussunnah wal jamaah itu paham yang benar, dalam ahlussunnah disebutkan: “Manakala orang itu berbuat sesuatu yang melanggar suatu pelanggaran, kalau pelanggaran itu tidak termasuk ashlul iman itu tidak kafir, misalnya: zina. Zina itu tidak termasuk ashlul iman. Karena apa? Allah tidak mengkafirkan orang yang zina. Selama dia tidak menghalalkan zina. Paham…
Tetapi kalau sudah Allah mengkafirkan suatu perbuatan, ya kita harus mengkafirkan…misalnya orang yang tidak mau menghukum atau mengatur rakyatnya dengan hukum Islam, itu kafir…meskipun hatinya muslim ya…tetapi karena perbuatannya melanggar hal yang dikafirkan oleh Allah, maka kita kafirkan. Nabi Muhammad mengatakan, “Orang yang meniggalkan shalat lima waktu itu murtad” ya kita kafirkan…karena nabi Muhammad mengkafirkan..nah itu pemahaman ahlussunnah wal jamaah.
Jadi mengkafirkan siapa yang dikafirkan oleh Allah dan Rasul, dan tidak mengkafirkan apa saja perbuatan yang tidak dikafirkan oleh Allah dan Rasul ini yang benar. Maka kita, semua umat Islam saya harapkan, khususnya Jamaah Ansharut Tauhid, harus kembali pada sistem ahlussunnah wal jamaah itu yang benar. Mengkafirkan siapa saja yang dikafirkan Allah dan Rasul dan jangan mengkafirkan pelaku maksiat yang tidak dikafirkan oleh Allah dan Rasul. Karena mengkafirkan seseorang dan menilai seseorang itu beriman itu hak Allah dan Rasul.
MAT: Jazakallah, …sebagai akhir dari wawancara ini. Apa nasihat ustadz secara umum bagi umat Islam dan bagi anggota jamaah dalam menghadapi dakwah di hari-hari ke depan?
Amir JAT: Jadi nasihat saya kepada diri saya dan kepada seluruh saudara-saudara sesama Islam umumnya, dan seluruh yang bergabung ke dalam jamaah terutama JAT :
1. Pelajarilah Islam yang benar
Tafaquh fied dien itu penting, karena memahami Islam itu kebutuhan pokok hidup. Pahami Islam, terutama akidahnya, jangan sampai kita terjerumus pada paham yang sesat yaitu paham Murji’ah maupun paham khawarij, ya begitu, kedua-duanya adalah paham yang sesat lah itu…itu harus kita pahami benar. Jadi masalah akidah kita harus kembali kepada sistem ahlussunnah wal jamaah. Lah untuk mengetahui itu, mesti rajin belajar…dalam memahami Islam yang baik
2. Sabar
Ketika menuntut ilmu harus sabar, karena pasti ada rintangan, apalagi ketika mengamalkan, apalagi ketika memperjuangkan itu makin banyak tantangannya. Maka, kita harus sabar mempelajari, sabar mengamalkan, dan sabar memperjuangkan. Yang kita cari hanya ridho Allah ya…yang penting diridhoi oleh Allah, syukur kalau Allah meridhoi bisa menang, kalaupun belum bisa menang…ya kita sabar, yang penting tetap di atas jalan ahlussunnah wal jamaah ya..jalan Al-Qur’an dan Sunnah, untuk itu belajarlah…maka kesimpulannya saya nasihatkan untuk memprogramkan At-Tafaqquh wat Taqarrub dalam hidup ini:
a. At-Tafaqquh
Artinya rajin mendalami Islam
b. At-Taqarrub
Artinya terus mendekatkan diri kepada Allah ta’ala. itulah…hidup kita harus kita isi dengan itu.